🎉 Diskon hingga 15% semua kelas Sekolah Stata! Presale & Early Bird

Uji Validitas Dalam Penelitian

Modul Pelatihan Desain Eksperimen Untuk Penelitian Ekonomi

Modul Pelatihan Desain Eksperimen Untuk Penelitian Ekonomi

Rp100.000

Informasi Lengkap

 

Banyak yang menganggap mengerjakan skripsi atau tugas akhir dalam bentuk penelitian merupakan sebuah tugas yang cukup sulit, mengingat dalam sebuah penelitian terdapat metode analisis/ kuesioner/ harus pengolahan data dan sebagainya. Tidak ada yang salah dalam statement tersebut, dan hal itu penting agar hasil penelitian bukan hanya sekedar berupa tulisan semata tetapi tetap berada pada koridor ilmiah.

Guna melihat kelayakan dan keakuratan alat instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel dari objek yang diteliti, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada data penelitian. Uji validitas dan reliabilitas sangatlah penting pada saat melakukan sebuah pengukuran yang digunakan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Pada tulisan ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu uji validitas.

Baca Juga: Metode Penelitian adalah Manfaat, dan Jenis-Jenis Metode Penelitian

Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Jika alat ukur yang digunakan valid, maka hasil pengukuran pun pasti akan sesuai, atau dengan kata lain, uji validitas bertujuan untuk melihat seberapa tepat variabel yang digunakan dalam penelitian. Suatu penelitian dapat dikatakan valid apabila mampu memberikan hasil yang sesuai atas sesuatu yang ingin diukur.  

Menurut Azwar (1986) Validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti sejauh mana ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Selain itu validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diamati oleh peneliti (Cooper & Schindler 2001).

Suatu instrumen dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang  tepat dan akurat sesuai dengan maksud penggunaan instrumen tersebut. Suatu instrumen menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dapat dikatakan sebagai instrumen yang memiliki validitas rendah.

Dalam pengujian validitas terhadap kuesioner penelitian, dapat dibedakan menjadi 2, yaitu validitas faktor dan validitas item.

Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar

Akses Google Scholar

Validitas Faktor

Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor. Pengukuran validitas faktor ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (jumlah total item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor).

Validitas Item

Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi terhadap item total (skor total), perhitungan validitas item dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila yang digunakan lebih dari satu faktor, berarti pengujian validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor. Tinggi-rendahnya koefisien validitas instrumen bergantung pada hasil perhitungan koefisien korelasi. 

Baca Juga: Uji Reliabilitas Dalam Penelitian

Pengukuran Uji Validitas

Koefisien korelasi merupakan penentu yang menentukan tinggi rendahnya koefisien validitas. Untuk itu kita harus memahami formulasi koefisien korelasi. Rumus korelasi Product Moment (Pearson) yang dilambangkan dengan r , dapat dituliskan sebagai berikut:

rumus korelasi (pearson)

dimana:

  • r?? = koefisien korelasi
  • ? = jumlah sampel
  • ? = Cari tempat pernyataan
  • ? = skor total item pernyataan
  • ? = jumlah skor item pernyataan
  • ? = total jumlah skor item pernyataan
  • ?? = jumlah perkalian x dan y

Dari hasil perhitungan tersebut akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Item pernyataan atau pertanyaan dapat dikatakan valid jika r hitung > r tabel. Secara keseluruhan suatu instrumen akan dikatakan valid apabila memenuhi nilai sebagai berikut:

Parameter Kategori Validitas
0,8 – 1,0 Validitas sangat tinggi (paling baik)
0,6 – 0,8 Validitas tinggi (baik)
04, – 0,6 Validitas sedang (cukup)
0,2 – 0,4 Validitas rendah (kurang)
0 – 0,2 Validitas sangat rendah (jelek)

Baca Juga: Pengertian R tabel beserta pengunaannya untuk uji validitas

Penutup

Demikian penjelasan tentang uji validitas. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuanmu dan dapat bermanfaat untuk kedepannya.

Artikel lainnya terkait penelitian, statistik, dan tutorial bisa kamu akses di blog sekolah stata.

Scroll to Top