Jakarta, 14 Oktober 2025 – Rangkaian In House Training (IHT) resmi dimulai hasil kolaborasi Sekolah Stata dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kegiatan ini memperkuat kapasitas riset berbasis data di lingkungan Komdigi, khususnya dalam mengevaluasi dampak kebijakan ekonomi digital dengan metode kuasi-eksperimen.
Pelatihan ini mengangkat tema “Evaluasi Dampak Ekonomi Digital melalui Pendekatan Kuasi-Eksperimen” dengan fokus pada penguatan dasar konseptual dan teoritis sebelum praktik di sesi selanjutnya.
Sesi 1: Pengantar Kuasi-Eksperimen oleh Dr. Ibrahim Kholil Rohman
Dr. Ibrahim Kholil Rohman membuka sesi dengan membahas metode kuasi-eksperimen sebagai alternatif riset ketika eksperimen acak tidak memungkinkan diterapkan. Metode ini dapat mengungkap hubungan sebab-akibat yang kredibel dalam kebijakan digital.
Beliau menegaskan pentingnya metodologi yang kuat untuk membantu evaluasi berbagai kebijakan, mulai dari infrastruktur digital, transformasi digital publik, hingga perluasan akses layanan digital masyarakat.

Sesi 2: Pengantar Ekonometrika bersama Yuka, S.E.
Yuka, S.E., membawakan materi pengantar ekonometrika secara ringan dan aplikatif. Ia menjelaskan hubungan teori ekonomi dengan model statistik dan data empiris, termasuk regresi linier, asumsi klasik, serta perbedaan variabel endogen dan eksogen.
Materi ini adalah dasar untuk memahami metode lanjutan seperti Difference in Difference (DiD) dan Propensity Score Matching (PSM) yang akan disampaikan selanjutnya.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarSesi 3: Teori Difference in Difference (DiD) dan Propensity Score Matching (PSM) bersama Muhammad Abdul Rohman, M.Sc.
Muhammad Abdul Rohman, M.Sc., membahas kedua metode analisis kausal tersebut, yaitu DiD untuk mengevaluasi dampak kebijakan pada waktu tertentu dan PSM untuk membandingkan entitas serupa guna kontrol bias seleksi.
Beliau menjelaskan bahwa kedua metode saling melengkapi untuk menghasilkan analisis yang objektif dan akurat.
Sesi 4: Penutup Hari Pertama bersama Masiidzhar, M.Sc.
Masiidzhar, M.Sc., menutup sesi dengan mendorong pola pikir riset berbasis bukti (evidence-based mindset), mengajak peserta mengasah kemampuan teknis dan interpretasi hasil riset yang relevan untuk kebijakan publik.
Kolaborasi Strategis Penguatan Kapasitas Riset Digital
Kolaborasi Sekolah Stata dan Komdigi ini menegaskan komitmen memperkuat ekosistem riset yang akademis sekaligus aplikatif dan berdampak nyata bagi kebijakan digital nasional.
Tentang Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital adalah institusi pemerintah yang mengelola komunikasi publik, pembangunan infrastruktur digital, serta penguatan keamanan dan ekonomi digital. Komdigi bertugas mewujudkan Indonesia Digital 2045 dengan kebijakan inklusif dan berbasis data.
Tentang Sekolah Stata
Sekolah Stata adalah platform edutech riset dan data analytics yang fokus pada pelatihan statistik terapan, ekonometrika, dan analisis kebijakan publik menggunakan perangkat Stata, R, dan Python. Komitmen kami adalah mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti di Indonesia dengan pembelajaran riset yang aplikatif dan relevan.
