Jakarta, 3 November 2025 Sekolah Stata, melalui Transdisciplinary Institute (TI), mempublikasikan hasil riset inovatif mengenai pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III tahun 2025. Berbeda dari metode konvensional, riset ini memanfaatkan teknologi satelit canggih NASA VIIRS untuk mengamati intensitas cahaya malam (Nighttime Lights) yang menjadi indikator aktivitas ekonomi, sehingga memberikan gambaran real-time yang lebih akurat dan up-to-date.
Tim Riset Gabungkan Ilmu dan Teknologi untuk Pendidikan Riset Berkualitas
Riset ini melibatkan tim peneliti berpengalaman, yaitu Muhammad Abdul Rohman, Idzhar Elna Arbarizq, dan Muhammad Yuka Anugrah dari TI, bekerja sama dengan Teguh Dartanto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Melalui pendekatan Dynamic Factor Model (DFM) yang didukung data satelit, riset ini menunjukkan bagaimana metode statistik dan teknologi modern dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas riset dan pengambilan kebijakan.
Temuan Utama: Pertumbuhan Ekonomi 5,01% dengan Tanda Perlambatan
Estimasi PDB Indonesia untuk triwulan III 2025 menunjukkan pertumbuhan 5,01% year-on-year. Angka ini mengindikasikan perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,12%. Penurunan tersebut sejalan dengan indikasi melemahnya daya beli masyarakat Indonesia yang diamati oleh lembaga-lembaga nasional.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarManfaat Data Satelit dalam Analisis Ekonomi
Data intensitas cahaya malam mampu mendeteksi aktivitas ekonomi, termasuk sektor informal yang biasanya tidak tercatat dalam survei tradisional. Dengan kemampuan real-time, model DFM yang dikembangkan TI memungkinkan pemantauan lebih cepat terhadap kondisi ekonomi yang dinamis, seperti perubahan kepercayaan konsumen dan aktivitas sektor manufaktur.
Perbandingan dengan Studi Lain dan Relevansi untuk Pendidikan Training
Hasil riset TI yang menggunakan data satelit memberikan estimasi PDB yang lebih akurat dibandingkan proyeksi lembaga lain seperti LPEM FEB UI, ADB, IMF, dan Bank Dunia. Hal ini membuka peluang bagi Sekolah Stata untuk menghadirkan pelatihan dan pendidikan riset yang lebih mutakhir, termasuk metode nowcasting dan penggunaan big data analytics dalam ekonomi yang menjadi fokus utama program edukasi data kami.
Kesimpulan dan Ajakan
Riset inovatif ini membuktikan bahwa integrasi ilmu statistik dan teknologi satelit adalah kunci untuk mendukung riset yang relevan dan aplikatif dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sekolah Stata berkomitmen memperkuat pendidikan dan pelatihan di bidang riset data dan ekonomi agar para peserta dapat menguasai metode terbaru yang berdampak nyata.