🎉 Diskon hingga 15% semua kelas Sekolah Stata! Presale & Early Bird

Tutorial Uji Mann Whitney U Test dengan STATA

🔥 Jangan Lewatkan: Kelas SPSS Dasar Batch 14 🚀

Tanggal: 19 June 2026 | Investasi: Hanya 350k! 🌟

Gabung sekarang dan tingkatkan keterampilan Anda dengan praktisi terbaik! 📊💡

Daftar Sekarang 🔗
Modul Eksplorasi Data Sakernas

Modul Eksplorasi Data Sakernas

Rp 100.000

Informasi Lengkap

Jika Anda telah melakukan uji Kruskall Wallis H dan menemukan bahwa nilai p lebih kecil dari batas kritis penelitian, misalnya 0,05, langkah berikutnya adalah menjalankan uji Post Hoc untuk mengidentifikasi kelompok perlakuan yang memiliki perbedaan bermakna. Artikel ini akan membahas tutorial langkah demi langkah tentang cara melakukan uji Mann Whitney U dengan menggunakan perangkat lunak statistik STATA.

 

1. Pendahuluan

Setelah menjalankan uji Kruskall Wallis H dan menemukan perbedaan signifikan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji Mann Whitney U Test atau Wilcoxon Rank Sum Test sebagai bagian dari analisis Post Hoc. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan perangkat lunak STATA untuk melakukan uji tersebut.

2. Persiapan Data

Pastikan Anda telah mengunduh dan membuka file kerja yang digunakan dalam analisis sebelumnya, yaitu file Kruskall Wallis dengan STATA.

3. Menjalankan Uji Mann Whitney U Test

Menggunakan Menu

  1. Buka menu “Statistics”.
  2. Pilih “Nonparametric analysis”.
  3. Klik “Test of hypotheses”.
  4. Pilih “Wilcoxon rank-sum test”.
  5. Pada tab “Main”, masukkan variabel bebas (Perlakuan) ke kotak “Grouping variable”.
  6. Masukkan variabel terikat (Nilai) ke kotak “Variable”.

Menggunakan Perintah STATA

Anda juga dapat menjalankan uji ini dengan menggunakan perintah berikut di kotak Command:

stata

ranksum nilai if perlakuan==1 | perlakuan==2, by(perlakuan)

4. Membaca Output Uji Mann Whitney U Test

Uji Beda Perlakuan 1 dan 2

Output akan menampilkan nilai z sebesar -2,005 dengan nilai p (prob > |z|) sebesar 0,0450. Karena p < 0,05, kita dapat menerima hipotesis nol (H1) yang mengindikasikan adanya perbedaan bermakna dalam mean variabel Nilai antara kelompok perlakuan 1 dan 2.

Uji Beda Perlakuan 1 dan 3

Dalam uji ini, ubah rumus pada kotak if: expression menjadi perlakuan==1 | perlakuan==3. Output akan menampilkan nilai z sebesar -2,459 dengan nilai p sebesar 0,0139. Karena p < 0,05, kita dapat menerima hipotesis nol (H1) yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna dalam mean variabel Nilai antara kelompok perlakuan 1 dan 3.

Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar

Akses Google Scholar

 

Uji Beda Perlakuan 2 dan 3

Ubah rumus pada kotak if: expression menjadi perlakuan==2 | perlakuan==3. Output akan menampilkan nilai z sebesar -1,286 dengan nilai p sebesar 0,1984. Karena p > 0,05, kita dapat menerima hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak adanya perbedaan bermakna dalam mean variabel Nilai antara kelompok perlakuan 2 dan 3.

5. Kesimpulan

Dalam tutorial ini, kita telah mempelajari langkah-langkah melakukan uji Mann Whitney U dengan menggunakan STATA. Uji ini penting untuk memahami perbedaan bermakna dalam mean variabel Nilai antara kelompok perlakuan yang berbeda setelah menjalankan uji Kruskall Wallis H.

6. Pertanyaan Umum (FAQs)

Q1: Apakah uji Mann Whitney U Test sama dengan Wilcoxon Rank Sum Test? A1: Ya, dalam konteks analisis Post Hoc setelah uji Kruskall Wallis H, uji Mann Whitney U juga dikenal sebagai Wilcoxon Rank Sum Test.

Q2: Apakah saya perlu mengubah rumus setiap kali ingin membandingkan kelompok perlakuan yang berbeda? A2: Ya, Anda perlu mengubah rumus sesuai dengan kelompok perlakuan yang ingin dibandingkan dalam analisis Post Hoc.

Q3: Apa yang harus saya lakukan jika nilai p lebih besar dari 0,05? A3: Jika nilai p > 0,05, Anda dapat menerima hipotesis nol (H0), yang berarti tidak ada perbedaan bermakna dalam mean variabel Nilai antara kelompok perlakuan yang dibandingkan.

Q4: Di mana saya dapat membaca artikel lebih lanjut tentang uji Mann Whitney U dengan Excel? A4: Anda dapat menemukan artikel tersebut di .

Untuk lebih detailnya, silakan lihat tampilan output yang dihasilkan oleh perangkat lunak STATA.

Scroll to Top