Setelah memahami Uji Kruskall Wallis menggunakan aplikasi SPSS, langkah selanjutnya adalah mempelajari bagaimana melakukan uji Kruskall Wallis dengan menggunakan STATA. Proses ini mirip dengan yang dilakukan dalam SPSS dan cukup mudah diikuti.
Mengenal Uji Kruskall Wallis dengan STATA
Sebelum memulai, pastikan Anda sudah membaca artikel kami mengenai Kruskall Wallis H agar lebih memahami konteks pembahasan. Anda juga dapat mengunduh file kerja STATA yang akan digunakan dalam tutorial ini . File kerja ini memiliki kesamaan dengan file kerja SPSS yang telah dibahas sebelumnya pada artikel tentang Kruskall Wallis dengan SPSS.
Langkah-langkah Melakukan Uji Kruskall Wallis dengan STATA
- Buka Aplikasi STATA dan Buka File KerjaMulailah dengan membuka aplikasi STATA. Klik menu “File”, lalu pilih “Open”. Pilih file kerja yang sudah Anda unduh sebelumnya, kemudian klik “Open”.
- Buka Data Editor dan Lihat DataSetelah membuka file kerja, perhatikan Data Editor. Klik menu “Data”, lalu pilih “Data Editor” dan “Data Editor (Edit)”. Jendela baru akan terbuka dengan tampilan seperti di bawah ini:

- Mengidentifikasi Variabel Perlakuan dan NilaiDalam dataset Kruskall Wallis STATA, terdapat 2 variabel utama: “Perlakuan” sebagai variabel bebas dengan 3 kategori, dan “Nilai” sebagai variabel terikat. Variabel “Perlakuan” merupakan data dengan skala nominal atau kategorik, sementara “Nilai” merupakan data dengan skala interval atau numerik.
- Membuat Histogram untuk Menentukan Jenis UjiUntuk menentukan jenis uji yang akan digunakan, yakni apakah hanya untuk mengukur perbedaan Mean atau juga Median, kita perlu membuat histogram variabel “Nilai” berdasarkan “Perlakuan”. Klik menu “Graphics”, lalu pilih “Histogram”. Pada jendela baru yang muncul, masukkan variabel “Nilai” ke dalam kotak “Variable” pada tab “Main”. Jangan lupa centang “Number of Bins” dan tentukan jumlahnya, misalnya 10. Tujuan dari histogram ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan bentuk sebaran data antara kategori perlakuan.
- Menganalisis Histogram dengan Density PlotKlik tab “Density Plot” dan centang “Add normal-density plot”. Kemudian, pilih tab “By” dan centang “Draw subgraphs for unique values of variables”. Masukkan variabel “Perlakuan” ke dalam kotak “Variable”, lalu klik “OK”. Hasilnya akan menampilkan tiga histogram yang menggambarkan sebaran data untuk masing-masing kategori perlakuan.
- Melakukan Analisis Uji Kruskall WallisPada menu, pilih “Statistics”, lalu “Nonparametric analysis”, “Test of Hypotheses”, dan akhirnya “Kruskall Wallis Rank Test”. Masukkan variabel “Nilai” ke dalam kotak “Outcome variable”, dan masukkan variabel “Perlakuan” ke dalam kotak “Variabel defining groups”. Klik “OK” untuk melihat output.
- Membaca Output Uji Kruskall WallisOutput uji Kruskall Wallis akan menampilkan informasi seperti kelompok perlakuan, jumlah observasi dalam setiap kelompok, serta nilai Rank Sum untuk masing-masing kelompok. Output ini akan membantu kita dalam menginterpretasikan hasil uji.
- Menjawab Hipotesis dengan Nilai P-ValueAnalisis output dilakukan dengan melihat nilai Chi-Squared dan Degrees of Freedom (DF). Jika nilai p-value lebih kecil dari 0,05, maka kita dapat menyimpulkan bahwa perlakuan memberikan perbedaan Mean yang signifikan terhadap Nilai ujian. Ini berarti kita dapat menerima hipotesis alternatif (H1) dan menolak hipotesis nol (H0).
- Melanjutkan dengan Uji Post Hoc (Opsional)Jika hasil uji Kruskall Wallis signifikan, Anda dapat melanjutkan dengan Uji Post Hoc untuk membandingkan kelompok secara lebih mendalam. Dalam tutorial ini, kita tidak akan membahas langkah-langkah Uji Post Hoc, tetapi Anda dapat membaca artikel terpisah mengenai Uji Mann Whitney dengan STATA untuk informasi lebih lanjut.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarKesimpulan
Dalam artikel ini, kita telah membahas langkah-langkah untuk melakukan uji Kruskall Wallis dengan menggunakan aplikasi STATA. Dari mulai membuka file kerja, membuat histogram, hingga menganalisis output uji, semuanya dijelaskan dengan detail. Uji Kruskall Wallis adalah alat statistik yang berguna untuk membandingkan beberapa kelompok dalam data dengan skala ordinal atau interval. Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat mengambil insight berharga dari hasil uji ini.
Untuk informasi lebih lanjut tentang analisis statistik dan penggunaan STATA, jangan ragu untuk mengunjungi website kami.
FAQ
- Apa itu Uji Kruskall Wallis? Uji Kruskall Wallis adalah uji statistik nonparametrik yang digunakan untuk membandingkan median dari tiga kelompok atau lebih.
- Apakah Uji Kruskall Wallis bisa digunakan untuk data kategorik? Tidak, Uji Kruskall Wallis cocok untuk data ordinal atau interval. Data kategorik akan memerlukan uji statistik yang berbeda.
- Apa yang dimaksud dengan p-value? Nilai p (p-value) adalah ukuran yang mengindikasikan seberapa kuatnya bukti dalam mendukung atau menolak hipotesis nol.
- Apakah STATA hanya digunakan untuk analisis statistik nonparametrik? Tidak, STATA juga digunakan untuk analisis statistik parametrik dan berbagai jenis analisis data lainnya.
- Bagaimana cara memilih jumlah bins pada histogram? Pemilihan jumlah bins pada histogram dapat bervariasi tergantung pada data dan tujuan analisis. Beberapa metode pemilihan bins adalah menggunakan aturan Scott atau Freedman-Diaconis.

