🔥 Jangan Lewatkan: Kelas Excel Dasar Batch 4 🚀
Tanggal: 24 July 2026 | Investasi: Hanya 350k! 🌟
Gabung sekarang dan tingkatkan keterampilan Anda dengan praktisi terbaik! 📊💡 Daftar Sekarang 🔗Pengajar Sekolah Stata Tampil di IRSA 2026 Lampung: Nurfala Safitri, Yuka Anugrah, Kivlan, dan CEO Muhammad Abdul Rohman
Kalau ada kabar yang bikin hati hangat sekaligus bangga, ini dia: beberapa pengajar Sekolah Stata ikut tampil di panggung besar IRSA 2026 di Lampung. Nama-nama seperti Nurfala Safitri, Yuka Anugrah, dan Kivlan hadir sebagai presenter, sementara CEO Sekolah Stata, Muhammad Abdul Rohman, juga ikut sebagai partisipan. Buat sobat stata, ini bukan sekadar berita acara. Ini tanda bahwa ekosistem riset yang dibangun pelan-pelan memang benar-benar hidup.

IRSA 2026 sendiri adalah 21st IRSA International Conference yang diselenggarakan di Bandar Lampung, Lampung, pada 6–7 Juli 2026, dengan Universitas Lampung sebagai tuan rumah. Dari tema besar tentang riset regional, kebijakan publik, dan pembangunan berbasis bukti, konferensi ini terasa seperti ruang pertemuan antara ide, data, dan masa depan.
Kenapa Momen Ini Penting?
Karena tampil di forum ilmiah seperti IRSA bukan hal kecil. Di sana ada peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan yang saling bertemu untuk menguji gagasan. Artinya, ketika pengajar Sekolah Stata hadir di forum ini, mereka bukan cuma membawa nama lembaga, tapi juga membawa budaya belajar yang serius.
Buat sobat stata, ini penting karena menunjukkan satu hal sederhana: riset bukan milik orang yang “sudah jadi” saja. Riset adalah jalan panjang yang makin kuat kalau dikerjakan bersama, dibahas bersama, dan diuji bersama. Dari sini kita belajar bahwa keberanian tampil di forum besar lahir dari kebiasaan belajar yang konsisten.
Siapa Saja yang Tampil dari Sekolah Stata?
Nurfala Safitri dikenal dekat dengan isu ekonomi Islam, wakaf, dan pengembangan kapasitas riset. Kehadirannya di IRSA 2026 terasa relevan karena topik-topik itu bukan cuma materi kelas, tapi juga pintu masuk untuk memahami pembangunan yang lebih adil.
Yuka Anugrah membawa energi akademik yang segar. Sosok seperti ini biasanya dekat dengan peneliti muda, mudah menjembatani teori dan praktik, dan punya cara menyampaikan ide yang lebih gampang dicerna.
Kivlan menambah warna dalam tim pengajar Sekolah Stata. Presenter yang baik bukan cuma pintar bicara, tapi juga punya ketelitian, rasa ingin tahu, dan keberanian menerima pertanyaan.
Di sisi lain, Muhammad Abdul Rohman hadir sebagai CEO Sekolah Stata sekaligus partisipan. Kehadirannya menunjukkan bahwa pimpinan lembaga juga ikut turun ke arena, ikut belajar, dan ikut menjaga arah besar pendidikan dan riset.
Apa yang Bisa Dipelajari Sobat Stata?
Pertama, tampil di forum besar itu hasil dari proses panjang. Ada fase belajar, salah, revisi, ditolak, lalu diperbaiki lagi. Jadi jangan tunggu hebat dulu baru berani maju.
Kedua, riset itu punya nilai sosial. Penelitian yang baik bukan cuma cantik di abstrak, tapi juga berguna untuk kebijakan, masyarakat, dan pengambilan keputusan yang lebih sehat.
Ketiga, reputasi akademik itu dibangun sedikit demi sedikit. Presentasi, publikasi, diskusi, dan jejaring adalah bagian dari proses yang sama. Hari ini belajar, besok berbagi, lusa memberi dampak.
Kenapa Kehadiran Sekolah Stata Penting?
Sekolah Stata selama ini dikenal sebagai ruang belajar statistik, data, dan metodologi. Saat para pengajarnya tampil di IRSA 2026, pesannya jadi makin kuat: lembaga ini bukan cuma mengajar teori, tapi juga hidup di ekosistem riset itu sendiri.
Ini beda tipis, tapi penting banget. Mengajar statistik tanpa terlibat dalam komunitas riset ibarat mengajarkan renang dari pinggir kolam. Bisa, tapi jauh lebih kuat kalau pengajarnya juga turun ke air, ikut merasakan arus, lalu membawa pengalaman itu kembali ke kelas.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarLampung, Unila, dan Suasana Konferensi
Bandar Lampung sebagai tuan rumah memberi nuansa yang menarik. Universitas Lampung menjadi ruang akademik yang pas untuk pertemuan ilmiah seperti IRSA 2026. Di sana, ide-ide bertemu, argumen diuji, dan jejaring baru terbentuk.
Konferensi itu bukan cuma soal presentasi. Ada obrolan di sela sesi, ada diskusi ringan yang kadang justru memunculkan ide paling tajam. Begitulah dunia akademik bekerja: hidup, dinamis, dan saling menguatkan.
Kalau Sobat Stata Ingin Menyusul
Kalau melihat pengajar Sekolah Stata tampil di IRSA 2026 bikin sobat stata semangat, itu tanda yang bagus. Artinya sobat stata memang sedang berada di jalur yang tepat: ingin tumbuh, ingin paham data, dan ingin bisa bicara di forum akademik dengan percaya diri.
Langkah berikutnya bukan menunggu inspirasi turun dari langit. Langkah berikutnya adalah mulai belajar dengan lebih terarah. Kelas yang tepat bisa mempercepat proses itu: lebih paham metodologi, lebih rapi membaca data, dan lebih siap saat harus presentasi riset sendiri.
Kalau sobat stata ingin ikut naik level, ini saat yang pas untuk mulai.
Penutup
Kabar bahwa Nurfala Safitri, Yuka Anugrah, dan Kivlan tampil sebagai presenter di IRSA 2026 Lampung, ditambah kehadiran CEO Sekolah Stata Muhammad Abdul Rohman sebagai partisipan, adalah kabar yang layak dirayakan. Ini bukti bahwa kerja belajar yang konsisten memang punya jalan menuju panggung besar.
Buat sobat stata, momen seperti ini jangan berhenti di rasa bangga saja. Jadikan ia bahan bakar. Jadikan ia pengingat bahwa ilmu yang ditekuni dengan sabar pada akhirnya akan membuka pintu.
FAQ
1. Apa itu IRSA 2026 Lampung?
IRSA 2026 adalah 21st IRSA International Conference yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada 6–7 Juli 2026, dengan Universitas Lampung sebagai tuan rumah.
2. Siapa saja dari Sekolah Stata yang tampil?
Dalam artikel ini, yang disebut tampil sebagai presenter adalah Nurfala Safitri, Yuka Anugrah, dan Kivlan, sementara Muhammad Abdul Rohman hadir sebagai partisipan.
3. Kenapa keikutsertaan mereka penting?
Karena itu menunjukkan bahwa pengajar Sekolah Stata aktif dalam ekosistem riset nasional dan internasional, bukan hanya mengajar di kelas.
4. Apa manfaat konferensi seperti IRSA?
Manfaatnya besar: memperluas jejaring, melatih keberanian presentasi, memperkaya wawasan metodologi, dan membuka peluang kolaborasi riset.
5. Bagaimana cara mulai menapaki jalur riset seperti mereka?
Mulailah dari belajar metodologi yang benar, membiasakan diri membaca penelitian, menulis secara konsisten, lalu berani mempresentasikan ide di forum kecil sebelum naik ke forum yang lebih besar.