🎉 Diskon hingga 15% semua kelas Sekolah Stata! Presale & Early Bird
Foto dokumentasi webinar IFPA Literasi Keuangan bersama Dendy Herdianto

Dendy Herdianto Jadi MC International Webinar IFPA: Langkah Nyata untuk Literasi Keuangan

Analysis of Sustainable Development Goals (SDGs) Disclosure in ASEAN: Prioritization and the Impact on Firm Value

Analysis of Sustainable Development Goals (SDGs) Disclosure in ASEAN: Prioritization and the Impact on Firm Value

Gratis

Informasi Lengkap

Dendy Herdianto Jadi MC International Webinar IFPA: Langkah Nyata untuk Literasi Keuangan

Sobat Stata, ada momen yang sering kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya menyimpan makna besar. Salah satunya adalah ketika seorang akademisi, praktisi pendidikan, dan pemimpin lembaga tampil bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai penghubung percakapan yang mencerdaskan. Itulah yang tercermin dalam kehadiran Dendy Herdianto, Direktur Eksekutif Sekolah Stata, saat menjadi MC dalam International Webinar bertema “Cure to Impulsive Shopping/Paylater in Financial Planners Perspective” yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Planners Association (IFPA).

Di tengah derasnya arus konsumsi digital, budaya paylater, dan kebiasaan belanja impulsif yang makin akrab dengan keseharian kita, webinar seperti ini terasa seperti lampu di jalan yang agak gelap. Ia memberi arah. Ia mengingatkan. Ia mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: apakah kita sedang mengendalikan uang, atau justru uang yang perlahan mengendalikan kebiasaan kita, sobat stata?

Foto dokumentasi webinar IFPA Literasi Keuangan bersama Dendy Herdianto
Foto dokumentasi webinar IFPA Literasi Keuangan bersama Dendy Herdianto.

Mengapa Webinar Ini Penting di Tengah Budaya Paylater

Impulsive shopping bukan sekadar soal “suka belanja”. Lebih dari itu, ia sering lahir dari dorongan sesaat: ingin ikut tren, ingin merasa aman, ingin menyenangkan diri, atau sekadar takut ketinggalan. Ketika dorongan itu bertemu dengan layanan paylater yang serba cepat, keputusan finansial bisa menjadi semakin kabur. Yang awalnya terasa ringan, lama-lama menumpuk seperti air yang menetes tanpa henti.

Di sinilah tema webinar ini menjadi relevan. Para financial planners tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang perilaku. Mereka memandang keuangan sebagai bagian dari karakter, kebiasaan, dan pengelolaan diri. Jadi, pembahasan seperti ini bukan hanya cocok untuk praktisi keuangan, melainkan juga penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan siapa saja yang hidup di era serba instan.

Dendy Herdianto dan Peran Sebagai MC

Menjadi MC dalam forum internasional bukan sekadar membacakan susunan acara. Ada ritme yang harus dijaga, suasana yang harus dibangun, dan pesan yang harus disampaikan dengan elegan. Dendy Herdianto menjalankan peran itu dengan mencerminkan karakter Sekolah Stata: profesional, komunikatif, dan dekat dengan dunia edukasi.

Dalam sebuah forum ilmiah atau webinar internasional, MC adalah jembatan. Ia menghubungkan pembicara dengan audiens, mengalirkan suasana, dan memastikan gagasan yang berat tetap mudah diikuti. Bayangkan sebuah orkestra: pembicara adalah instrumennya, sementara MC adalah dirigen yang memastikan semuanya terdengar harmonis. Peran ini penting, dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan nyaman.

Kehadiran Dendy sebagai MC menunjukkan bahwa Sekolah Stata tidak hanya hadir di ruang belajar, tetapi juga aktif dalam ruang dialog publik. Ini menegaskan bahwa pendidikan yang baik tidak berhenti pada kelas, modul, atau pelatihan. Pendidikan yang baik juga hadir di forum-forum yang mempertemukan ide, pengalaman, dan kebutuhan masyarakat.

IFPA dan Ruang Kolaborasi Literasi Keuangan

Islamic Financial Planners Association (IFPA) menjadi wadah penting bagi pengembangan literasi keuangan berbasis nilai-nilai Islam. Forum seperti ini mempertemukan perspektif profesional, etika, dan kepedulian sosial. Bukan hanya soal bagaimana mengatur aset, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih bertanggung jawab.

Dalam konteks itulah kehadiran Sekolah Stata melalui Dendy Herdianto menjadi bermakna. Ini bukan sekadar partisipasi formal. Ini adalah bentuk kolaborasi. Sebuah sinyal bahwa edukasi, riset, dan literasi keuangan perlu berjalan beriringan. Sobat stata tentu paham, pengetahuan yang baik akan lebih kuat dampaknya ketika dibagikan lintas komunitas dan lintas profesi.

Kolaborasi seperti ini juga memperluas ruang belajar. Mahasiswa bisa melihat praktik profesional secara langsung. Peneliti bisa menangkap isu aktual. Praktisi bisa bertukar sudut pandang. Dan masyarakat umum mendapatkan akses pada wawasan yang mungkin sebelumnya terasa jauh. Bukankah itu esensi pendidikan yang hidup?

Impulsive Shopping Bukan Sekadar Kebiasaan Kecil

Banyak orang mengira belanja impulsif itu cuma “sekali-sekali” dan “tidak apa-apa”. Padahal, kebiasaan kecil sering menjadi pintu masuk bagi masalah yang lebih besar. Satu klik hari ini, dua transaksi besok, lalu tagihan datang saat kita paling tidak siap. Seperti merobek kertas kecil demi kecil, akhirnya sobat stata akan mendapati sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Webinar dengan tema ini mengingatkan kita bahwa pengelolaan keuangan adalah seni menunda dorongan yang tidak perlu. Ada nilai disiplin di sana. Ada latihan kesadaran. Ada kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dan di dunia yang menebar notifikasi promo setiap menit, kemampuan seperti ini justru makin mahal.

Karena itu, diskusi tentang curing impulsive shopping tidak boleh berhenti pada saran klasik seperti “buat anggaran”. Lebih jauh lagi, kita perlu membangun kesadaran: apa pemicu kita? kapan kita paling rentan belanja? bagaimana emosi memengaruhi keputusan? Pertanyaan-pertanyaan itu penting, sebab masalah keuangan sering kali berakar pada pola pikir, bukan hanya angka.

Sekolah Stata dan Misi Edukasi yang Berkelanjutan

Sekolah Stata sejak awal dikenal sebagai ruang belajar yang menjembatani data, riset, dan pengembangan kapasitas. Kehadiran Dendy Herdianto dalam webinar IFPA memperkuat citra itu. Sekolah Stata tidak hanya bicara soal metodologi, analisis, atau statistik; tetapi juga tentang bagaimana ilmu digunakan untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Bagi sobat stata yang mengikuti perjalanan Sekolah Stata, momen seperti ini menunjukkan bahwa edukasi bukan hanya urusan ruang kelas. Edukasi bisa hadir dalam konferensi, webinar, forum profesional, diskusi publik, hingga kolaborasi antarorganisasi. Setiap panggung adalah kesempatan untuk berbagi nilai. Setiap kesempatan berbicara adalah peluang untuk menanam kesadaran baru.

Dan di titik inilah, kontribusi Sekolah Stata terasa nyata: membangun ekosistem pembelajaran yang tidak kaku, tidak elitis, dan tidak berhenti pada teori. Justru sebaliknya, pembelajaran dibuat relevan, membumi, dan mudah ditautkan dengan kehidupan sehari-hari. Itu yang membuatnya penting.

Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar

Akses Google Scholar

Mengapa Ini Penting untuk Pengembangan SDM

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) bukan hanya soal sertifikat atau daftar pelatihan. SDM yang kuat lahir dari pengalaman yang memperkaya cara berpikir, kemampuan berkomunikasi, dan kedewasaan dalam melihat persoalan. Saat Dendy Herdianto menjadi MC dalam forum internasional, itu bukan sekadar penugasan acara. Itu adalah ruang tumbuh.

Seorang pemimpin pendidikan perlu punya sensitivitas terhadap isu sosial, kemampuan menjelaskan gagasan dengan rapi, dan keberanian tampil dalam forum lintas disiplin. Semua itu adalah bagian dari SDM yang berkualitas. Jadi, ketika Sekolah Stata hadir dalam forum IFPA, kita melihat investasi jangka panjang: investasi pada kapabilitas, reputasi, dan jejaring yang akan bermanfaat bagi banyak pihak.

Kalau diibaratkan, pengembangan SDM itu seperti menyalakan api unggun. Satu percikan kecil mungkin tidak tampak besar, tetapi bila dirawat, ia bisa menjadi cahaya yang menghangatkan banyak orang. Webinar ini menjadi salah satu percikan itu. Dan kehadiran Dendy adalah bagian dari cara menjaga api itu tetap menyala.

Pelajaran yang Bisa Diambil Sobat Stata

Ada beberapa pelajaran yang bisa sobat stata petik dari momen ini. Pertama, edukasi yang baik harus menyentuh kehidupan nyata. Topik keuangan pribadi, paylater, dan belanja impulsif bukan isu receh; ini isu keseharian yang memengaruhi masa depan banyak orang.

Kedua, kolaborasi lintas lembaga itu penting. Tidak semua solusi harus lahir dari satu institusi. Kadang jawaban terbaik muncul ketika akademisi, praktisi, dan komunitas duduk bersama. Ketiga, kemampuan memimpin forum atau memandu diskusi adalah kompetensi yang bernilai. Bukan hanya untuk panggung besar, tetapi juga untuk kehidupan profesional sehari-hari.

Keempat, literasi keuangan tidak boleh dipisahkan dari literasi karakter. Uang memang penting, tetapi cara kita memperlakukan uang sering kali lebih penting. Kelima, SDM yang tumbuh adalah SDM yang mau terus belajar. Itulah pesan yang terasa kuat dari keterlibatan Sekolah Stata dalam forum ini.

Jadi, sobat stata, kalau selama ini kita menganggap webinar hanya sebagai acara online biasa, mungkin sudah saatnya mengubah cara pandang. Webinar bisa jadi ruang membangun kesadaran, jejaring, bahkan masa depan profesional. Tergantung bagaimana kita hadir di dalamnya.

Penutup: Sebuah Langkah Kecil yang Berdampak Besar

Kehadiran Dendy Herdianto sebagai MC dalam International Webinar IFPA adalah contoh bahwa kontribusi lembaga pendidikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar dan gaduh. Kadang, dampak yang paling berharga justru hadir lewat peran yang rapi, profesional, dan penuh makna. Dari panggung ini, kita melihat komitmen pada edukasi, literasi keuangan, dan pengembangan SDM berjalan dalam satu napas.

Untuk sobat stata, kisah ini memberi pesan yang jelas: ilmu harus bergerak. Ia harus turun ke ruang publik, berdialog dengan realitas, dan menjawab problem zaman. Sekolah Stata, melalui figur seperti Dendy Herdianto, menunjukkan bahwa pendidikan yang hidup adalah pendidikan yang mau terlibat, mau berbagi, dan mau memberi nilai tambah bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan cuma tentang menghitung angka. Ia tentang membangun masa depan yang lebih sehat, lebih waras, dan lebih bertanggung jawab. Dan ketika lembaga pendidikan ikut berdiri di barisan depan, kita punya alasan untuk optimis bahwa generasi muda akan tumbuh lebih siap menghadapi tantangan zaman.

FAQ

1. Siapa Dendy Herdianto dalam konteks artikel ini?

Dendy Herdianto adalah Direktur Eksekutif Sekolah Stata yang menjadi MC dalam International Webinar IFPA bertema literasi keuangan dan pengendalian impulsive shopping/paylater.

2. Apa tema webinar yang dibahas?

Tema webinar adalah “Cure to Impulsive Shopping/Paylater in Financial Planners Perspective”, yang membahas persoalan belanja impulsif dan paylater dari sudut pandang financial planners.

3. Mengapa tema ini penting untuk generasi muda?

Karena generasi muda sangat dekat dengan belanja digital dan layanan paylater. Tanpa literasi keuangan yang kuat, kebiasaan kecil bisa berubah menjadi masalah finansial yang serius.

4. Apa kontribusi Sekolah Stata dalam kegiatan ini?

Sekolah Stata hadir melalui Dendy Herdianto sebagai bentuk kontribusi dalam edukasi, literasi keuangan, dan pengembangan SDM melalui forum profesional berskala internasional.

5. Apa pesan utama yang bisa diambil sobat stata?

Pesan utamanya adalah bahwa edukasi harus relevan dengan realitas, dan literasi keuangan adalah bekal penting untuk membangun masa depan yang sehat dan bertanggung jawab.

Scroll to Top