Palembang, 1 Desember 2022 – Sekolah Stata bangga atas kontribusi akademik yang diukir oleh pendiri platform Asyafina Academy, Muhammad Abdul Rohman, SE, MSE dan Nurfala Safitri, SE, ME, yang adalah bagian dari tim inti Sekolah Stata. Keduanya berkesempatan menjadi narasumber pada forum bergengsi The 8th International Seminar on Social, Humanities, and Malay Islamic Civilization (ISSHMIC) 2022, yang digelar secara virtual.
Mengintegrasikan Tradisi dan Teknologi Digital
Partisipasi tim Sekolah Stata dalam ISSHMIC 2022 menjadi bukti kompetensi kami dalam mengembangkan teknologi pendidikan berbasis data dan ilmu sosial. Platform Asyafina memiliki visi strategis memastikan pesantren tetap relevan di era digital sebagai institusi pendidikan Islam tertua.
- Menghadirkan akses pembelajaran pesantren secara daring.
- Memperkuat literasi digital di kalangan santri dan santriwati.
- Memadukan kurikulum klasik pesantren dengan teknologi modern.
- Membangun jejaring akademik antara pesantren, mahasiswa, dan peneliti lintas disiplin.
“Kami ingin pesantren tidak semata pusat pendidikan agama, tapi juga menjadi pusat inovasi berbasis teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Muhammad Abdul Rohman, SE, MSE.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarKomitmen terhadap Inklusivitas dan Aksesibilitas
Nurfala Safitri, SE, ME menegaskan pentingnya aspek inklusivitas dalam platform Asyafina yang dirancang untuk memfasilitasi santri, pengajar, santriwati, dan masyarakat umum, sehingga pendidikan Islam bisa diakses lebih luas tanpa hambatan ruang dan waktu.
“Asyafina adalah rumah belajar bersama. Siapapun dapat mengaksesnya tanpa terbatasi lokasi dan waktu,” jelas Nurfala Safitri.
Relevansi di Kancah Akademik Internasional
Partisipasi Sekolah Stata dalam forum internasional ini menunjukkan keunggulan kami, tidak hanya dalam keahlian analisis data, tetapi juga dalam menghadirkan solusi edutech yang inovatif dan kompetitif. Selain itu, hal ini membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pendidikan Islam di Asia Tenggara untuk pengembangan model pembelajaran pesantren yang modern dan adaptif.