🔥 Jangan Lewatkan: Kelas Google Earth Engine Batch 8 🚀
Tanggal: 06 June 2026 | Investasi: Hanya 350k! 🌟
Gabung sekarang dan tingkatkan keterampilan Anda dengan praktisi terbaik! 📊💡 Daftar Sekarang 🔗Kesehatan ibu adalah salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas hidup dan pembangunan suatu negara. Menurut data Profil Statistik Kesehatan 2021 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka kematian ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2020 adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup1. Angka ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menetapkan AKI maksimal 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 20302.
Salah satu sumber data yang dapat digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu di Indonesia adalah Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). SDKI adalah survei nasional yang dilakukan setiap lima tahun sekali oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan BPS3. SDKI bertujuan untuk menyediakan data tentang karakteristik demografi, kesehatan reproduksi, kesehatan anak, gizi, pelayanan kesehatan, dan perilaku kesehatan penduduk Indonesia4.
Data SDKI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dengan cara-cara berikut:
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google Scholar- Mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan AKI, seperti usia ibu saat melahirkan, paritas, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, akses ke pelayanan kesehatan antenatal, persalinan, dan nifas, serta komplikasi kehamilan dan persalinan5.
- Mengevaluasi efektivitas program-program yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan ibu, seperti program jaminan kesehatan nasional (JKN), program keluarga berencana (KB), program pemberdayaan perempuan, program peningkatan gizi ibu dan anak, serta program pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS5.
- Merumuskan kebijakan dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal untuk meningkatkan kesehatan ibu, seperti alokasi anggaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pengembangan infrastruktur dan fasilitas kesehatan, penyediaan alat kontrasepsi dan obat-obatan esensial, serta advokasi dan sosialisasi kepada masyarakat5.
Dengan menggunakan data SDKI secara optimal, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya peningkatan kesehatan ibu di Indonesia.
Referensi
1: BPS. (2021). Profil Statistik Kesehatan 2021. https://www.bps.go.id/publication/2021/12/22/0f207323902633342a1f6b01/profil-statistik-kesehatan-2021.html
2: USAID. (n.d.). USAID IDHS: Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022. https://www.usaid.gov/id/indonesia/fact-sheets/usaid-idhs-indonesia-demographic-and-health-survey-2022
3: Technology-Indonesia.com. (2021). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022 Jadi Indikator Kinerja BKKBN. https://technology-indonesia.com/kesehatan/hasil-survei-demografi-dan-kesehatan-indonesia-2022-jadi-ind
