🔥 Jangan Lewatkan: Kelas Google Earth Engine Batch 8 🚀
Tanggal: 06 June 2026 | Investasi: Hanya 350k! 🌟
Gabung sekarang dan tingkatkan keterampilan Anda dengan praktisi terbaik! 📊💡 Daftar Sekarang 🔗Jakarta, 31 Oktober 2025 – Hari ini, Sekolah Stata, di bawah payung Transdisciplinary Institute (TI), mencatatkan prestasi monumental di ranah kebijakan publik. Tim peneliti yang juga merupakan pengajar inti Sekolah Stata, Muhammad Abdul Rohman dan Irsyad Hawari, diundang secara resmi oleh Sekretariat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kementerian Keuangan RI. Dalam Sharing Session strategis yang bertempat di Ruang Rapat Integritas Lantai 18, Gedung Soetikno Slamet (DJA), tim TI memaparkan Evaluasi Kausal Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Ekosistem Pesantren.
🔥 Terobosan Metodologi Kausal dan Data Nontradisional
Keunggulan akademik dan riset Sekolah Stata ditekankan melalui penggunaan metodologi inovatif dan data cutting-edge:
- Metode Kausal: Tim TI menggunakan Propensity Score Matching (PSM) untuk mengisolasi dampak program secara kausal. Metode ini secara statistik menyamakan desa penerima MBG (dengan pesantren dan dapur SPPG aktif) dengan desa non-penerima yang memiliki karakteristik sosio-ekonomi serupa (matching data dari PODES 2024).
- Data Nontradisional: Untuk mengatasi keterbatasan data ekonomi tradisional di tingkat desa, TI menggunakan Intensitas Cahaya Malam (Nightlight Intensity) dari citra satelit VIIRS Q3 2025 sebagai proksi kuat untuk aktivitas ekonomi lokal.
Hasil Awal: MBG Pesantren Bukan Sekadar Gizi, Tapi Pengganda Ekonomi Lokal
Temuan awal yang dipaparkan oleh peneliti Sekolah Stata menunjukkan dampak signifikan:
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google Scholar- Peningkatan Aktivitas Ekonomi: Pelaksanaan MBG secara umum memicu persentase peningkatan aktivitas ekonomi lokal sebesar +0,20% (berdasarkan log intensitas nightlight).
- Dampak Pesantren Sebagai Katalis: Treatment pada desa yang memiliki pesantren dan Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi lokal sebesar +0,15%.
Interpretasi: Peningkatan ini mengindikasikan bahwa Program MBG berbasis ekosistem pesantren menciptakan efek pengganda ekonomi lokal, membuktikan bahwa MBG dapat dianggap sebagai kebijakan pembangunan desa yang produktif, bukan sekadar intervensi gizi.
Inspirasi untuk Pengajar dan Peneliti Sekolah Stata
Keberhasilan ini adalah cerminan dari kuatnya Ekosistem Akademik Sekolah Stata. Ini menjadi pembuktian nyata bahwa kompetensi riset mendalam dari para pengajar kami (Muhammad Abdul Rohman dan Irsyad Hawari) dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang berdampak. KNEKS berkomitmen menindaklanjuti model pengukuran dampak ini, menekankan perlunya mempertimbangkan MBG pesantren sebagai kebijakan pembangunan dan menggunakan indikator nontradisional dalam evaluasi. KNEKS akan melanjutkan FGD Kaji Dampak hingga November 2025.
Kami berharap, keberhasilan ini akan semakin mendorong seluruh pengajar dan peneliti Sekolah Stata untuk terus berinovasi dan menghasilkan riset yang tidak hanya canggih secara metodologi, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi tantangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.