🎉 Diskon hingga 15% semua kelas Sekolah Stata! Presale & Early Bird

Prof. Stella: Rp1,8 Triliun untuk Penelitian Indonesia

Sobat Stata, Pemerintah melalui Kemdiktisaintek bersama LPDP menyiapkan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk mendukung riset dan inovasi di perguruan tinggi Indonesia. Dana ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem penelitian nasional dan mendorong hilirisasi hasil riset.

Profil Prof Stella Christie

Prof. Stella Christie adalah Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memiliki latar belakang sebagai ilmuwan kognitif. Ia aktif menginisiasi berbagai program riset yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat.

Skema Pendanaan Rp1,8 Triliun untuk Penelitian Indonesia

Pada 27 Mei 2025, Prof. Stella Christie menandatangani kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyalurkan dana riset sebesar Rp1,8 triliun kepada perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Skema ini memberikan insentif langsung kepada universitas dan peneliti setelah proposal riset mereka terpilih dalam program grand call.

Prioritas Nasional dalam Riset

Dana tersebut dialokasikan sesuai arahan strategi nasional Asta Cita Presiden, fokus pada sektor ketahanan pangan, energi terbarukan, hilirisasi industri, dan implementasi open science untuk mempercepat transfer teknologi.

Manfaat dan Dampak bagi Perguruan Tinggi dan Peneliti

Insentif LPDP ini bertujuan memotivasi peneliti untuk berinovasi dan bersaing secara sehat. Selain itu, program ini akan mendorong pembentukan Technology Transfer Office (TTO) di kampus, sehingga prototipe hasil riset dapat diadaptasi oleh industri.

Implementasi Melalui BIMA dan LPDP

Dana ini merupakan tambahan dari platform BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), yang memudahkan dosen dan peneliti dalam mengusulkan, mengelola, dan memantau kegiatan penelitian.

Keterlibatan Stakeholder: LPDP, Universitas, dan Pemerintah

Kolaborasi antara pemerintah, LPDP, dan perguruan tinggi menjadi kunci sukses program ini. Dengan dukungan penuh, berbagai universitas akan bersinergi untuk menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar

Akses Google Scholar

FAQ

1. Apa itu skema pendanaan LPDP?

Skema ini adalah kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan LPDP untuk memberikan dana insentif riset sebesar Rp1,8 triliun langsung kepada peneliti dan universitas yang lolos seleksi.

2. Siapa saja yang dapat mengajukan proposal?

Dosen dan peneliti aktif di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia dapat mengajukan proposal melalui platform BIMA sesuai topik prioritas nasional.

3. Bagaimana mekanisme pencairan dana?

Setelah proposal dinyatakan lolos seleksi grand call, LPDP akan mencairkan dana insentif langsung ke lembaga peneliti atau universitas.

4. Apa saja prioritas riset dalam program ini?

Prioritas riset meliputi ketahanan pangan, energi terbarukan, hilirisasi industri, dan pendekatan open science untuk mempercepat transfer teknologi.

5. Bagaimana dampak jangka panjang bagi ekosistem riset?

Program ini diharapkan menciptakan budaya riset terapan, memperkuat TTO di kampus, dan meningkatkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Jangan lewatkan kesempatan mendalami data Susenas bersama Sekolah Stata. Daftar sekarang di Kelas Susenas Sekolah Stata dan tingkatkan kemampuan analisis Anda!

Referensi

  1. Kemendiktisaintek Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Dorong Riset dan Inovasi Kampus, Ketik.co.id, 27 Mei 2025. citeturn0search3
  2. Anggaran Riset untuk Kampus yang Dikelola LPDP Tembus Rp1,8 Triliun, Detik.com, 18 Mei 2025. citeturn0search4
  3. Kemdiktisaintek-LPDP sepakat kucurkan Rp2 triliun untuk beasiswa, ANTARA News, 1 Maret 2025. citeturn0search0

Leave a Comment

Scroll to Top