🎉 Diskon hingga 15% semua kelas Sekolah Stata! Presale & Early Bird

Cara Membuat Boxplot Menggunakan Twoway Graphs di Stata Pengantar

Unlocking Python: Pengambilan Data Keuangan Time Series dari Web

Unlocking Python: Pengambilan Data Keuangan Time Series dari Web

0

Informasi Lengkap

Apa itu Boxplot?

Boxplot, atau kotak dan garis, adalah alat visualisasi statistik yang digunakan untuk menampilkan distribusi data berdasarkan lima angka ringkasan: nilai minimum, kuartil pertama (Q1), median, kuartil ketiga (Q3), dan nilai maksimum. Boxplot sangat berguna untuk mengidentifikasi outliers dan memahami distribusi data.

 

Cara Membuat Boxplot Menggunakan Twoway Graphs di Stata Pengantar

Manfaat Boxplot dalam Analisis Data

Boxplot membantu dalam mengidentifikasi distribusi data, mendeteksi outliers, dan membandingkan beberapa set data dengan mudah. Ini adalah alat yang kuat untuk analisis eksplorasi data dan sangat berguna dalam penelitian statistik.

Persiapan Data

Mengimpor Data ke Stata

Langkah pertama dalam membuat boxplot adalah mengimpor data ke dalam Stata. Misalnya, kita bisa menggunakan dataset dari UCLA seperti berikut:

stata

use https://stats.idre.ucla.edu/stat/data/hsb2, clear

Membersihkan dan Mengelola Data

Sebelum membuat boxplot, penting untuk membersihkan dan mengelola data. Kita dapat mengurutkan data berdasarkan kelompok dan menghitung nilai-nilai penting seperti median dan kuartil menggunakan perintah egen.

Membuat Boxplot Standar

Menggunakan Perintah graph box

Untuk membuat boxplot standar di Stata, kita dapat menggunakan perintah graph box. Contohnya:

stata

graph box read, over(prog)

Contoh Boxplot Standar

Boxplot standar ini akan menampilkan distribusi nilai membaca (read) untuk setiap program (prog) dalam dataset.

Menggunakan Twoway Graphs untuk Boxplot

Pendahuluan Twoway Graphs

Twoway graphs di Stata memungkinkan fleksibilitas lebih dalam membuat grafik, termasuk boxplot dengan atribut khusus.

Kelebihan Twoway Graphs

Twoway graphs memungkinkan kita untuk menambahkan elemen tambahan seperti marker mean, mengubah warna, dan menambahkan datapoints secara lebih detail.

Butuh Jasa Riset :

Contoh 1: Boxplot dengan Marker untuk Mean

Langkah 1: Manajemen Data

Pertama, kita perlu menghitung nilai-nilai penting seperti median, kuartil, IQR, dan mean.

stata

sort prog
by prog: egen med = median(read)
by prog: egen lqt = pctile(read), p(25)
by prog: egen uqt = pctile(read), p(75)
by prog: egen iqr = iqr(read)
by prog: egen mean = mean(read)

Langkah 2: Membuat Bagian Bawah Box

Kita mulai dengan menggambar bagian bawah kotak menggunakan perintah rbar.

stata

twoway rbar lqt med prog

Langkah 3: Menambahkan Bagian Atas Box

Selanjutnya, tambahkan bagian atas kotak dengan perintah rbar kedua.

stata

twoway rbar lqt med prog, || rbar med uqt prog

Langkah 4: Menambahkan Whiskers

Tambahkan whiskers dengan perintah rspike.

stata

twoway rbar lqt med prog || rbar med uqt prog || rspike lqt ls prog || rspike uqt us prog, legend(off)

Langkah 5: Menambahkan End Whiskers

Tambahkan end whiskers dengan perintah rcap.

stata

twoway rbar lqt med prog || rbar med uqt prog || rspike lqt ls prog || rspike uqt us prog || rcap ls ls prog, msize(*6)|| rcap us us prog, msize(*6) legend(off)

Langkah 6: Menampilkan Outliers

Gunakan perintah scatter untuk menampilkan outliers.

stata

Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar

Akses Google Scholar
twoway rbar lqt med prog || rbar med uqt prog || rspike lqt ls prog || rspike uqt us prog || rcap ls ls prog, msize(*6)|| rcap us us prog, msize(*6) || scatter outliers prog, legend(off)

Langkah 7: Menambahkan Marker untuk Mean

Tambahkan marker untuk mean dengan perintah scatter kedua.

stata

twoway rbar lqt med prog || rbar med uqt prog || rspike lqt ls prog || rspike uqt us prog || rcap ls ls prog, msize(*6)|| rcap us us prog, msize(*6) || scatter outliers prog || scatter mean prog, msymbol(Oh) msize(*2) legend(off)

Langkah 8: Mengatur Warna dan Lebar Box

Atur warna dan lebar box menggunakan opsi pstyle dan barw.

stata

twoway rbar lqt med prog, pstyle(p1) barw(.5) || rbar med uqt prog, pstyle(p1) barw(.5) || rspike lqt ls prog, pstyle(p1) || rspike uqt us prog, pstyle(p1) || rcap ls ls prog, msize(*6) pstyle(p1) || rcap us us prog, msize(*6) || scatter outliers prog, pstyle(p1) || scatter mean prog, msymbol(Oh) msize(*2) legend(off) xlabel(1 "general" 2 "academic" 3 "vocational") ytitle(reading score)

Langkah 9: Konversi ke Grayscale

Konversi boxplot ke grayscale dengan menggunakan opsi fcolor, mcolor, dan lcolor.

stata

twoway rbar lqt med prog, fcolor(gs12) lcolor(black) barw(.5) || rbar med uqt prog, fcolor(gs12) lcolor(black) barw(.5) || rspike lqt ls prog, lcolor(black) || rspike uqt us prog, lcolor(black) || rcap ls ls prog, msize(*6) lcolor(black) || rcap us us prog, msize(*6) pstyle(p1) || scatter outliers prog, mcolor(black) || scatter mean prog, msymbol(Oh) msize(*2) fcolor(gs12) mcolor(black) legend(off) xlabel(1 "general" 2 "academic" 3 "vocational") ytitle(reading score) graphregion(fcolor(gs15))

Contoh 2: Boxplot dengan Datapoints

Langkah 1: Menghitung Median dan Kuartil

Gunakan perintah egen untuk menghitung median dan kuartil.

stata

sort prog
by prog: egen med = median(read)
by prog: egen lqt = pctile(read), p(25)
by prog: egen uqt = pctile(read), p(75)

Langkah 2: Membuat Bagian Bawah Box

Mulai dengan menggambar bagian bawah kotak.

stata

twoway rbar lqt med prog

Langkah 3: Menambahkan Bagian Atas Box

Tambahkan bagian atas kotak dengan perintah rbar kedua.

stata

twoway rbar lqt med prog, || rbar med uqt prog

Langkah 4: Menambahkan Scatterplot

Tambahkan scatterplot dari data asli.

stata

twoway rbar lqt med prog, || rbar med uqt prog || scatter read prog

Langkah 5: Mengatur Warna dan Lebar Box

Atur warna dan lebar box menggunakan opsi pstyle dan barw.

stata

twoway rbar lqt med prog, pstyle(p1) barw(.5) || rbar med uqt prog, pstyle(p1) barw(.5) || scatter read prog, pstyle(p1) legend(off) xlabel(1 "general" 2 "academic" 3 "vocational") ytitle(reading score)

Langkah 6: Konversi ke Grayscale

Konversi boxplot ke grayscale dengan menggunakan opsi fcolor, lcolor, dan mcolor.

stata

twoway rbar lqt med prog, barw(.5) fcolor(gs12) lcolor(black) || rbar med uqt prog, barw(.5) fcolor(gs12) lcolor(black) || scatter read prog, graphregion(fcolor(gs15)) mcolor(black) msymbol(Oh) legend(off) xlabel(1 "general" 2 "academic" 3 "vocational") ytitle(reading score)

Kesimpulan

Boxplot adalah alat yang sangat berguna dalam analisis data untuk menampilkan distribusi dan mendeteksi outliers. Menggunakan twoway graphs di Stata memberikan fleksibilitas lebih dalam memodifikasi tampilan boxplot dan menambahkan elemen tambahan seperti marker mean dan datapoints. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat boxplot yang lebih informatif dan menarik.

FAQs

  1. Apa itu Boxplot?

Boxplot adalah grafik yang digunakan untuk menampilkan distribusi data berdasarkan lima angka ringkasan: nilai minimum, kuartil pertama (Q1), median, kuartil ketiga (Q3), dan nilai maksimum.

  1. Bagaimana cara menambahkan marker mean di Boxplot?

Anda dapat menambahkan marker mean di Boxplot menggunakan perintah scatter dalam twoway graphs di Stata.

  1. Apa kelebihan menggunakan Twoway Graphs di Stata?

Twoway graphs di Stata memberikan fleksibilitas lebih dalam memodifikasi tampilan boxplot dan menambahkan elemen tambahan seperti marker mean dan datapoints.

  1. Bagaimana cara mengidentifikasi outliers di Boxplot?

Outliers dapat diidentifikasi di Boxplot sebagai titik data yang berada di luar whiskers, yang mewakili nilai-nilai yang lebih dari 1.5 IQR dari kuartil pertama atau ketiga.

  1. Apakah Twoway Graphs bisa digunakan untuk jenis grafik lain?

Ya, Twoway Graphs di Stata dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis grafik selain boxplot, termasuk scatterplot, line plot, dan lain-lain.

Scroll to Top