🔥 Jangan Lewatkan: Kelas Sakernas Batch 24 🚀
Tanggal: 09 June 2026 | Investasi: Hanya 350k! 🌟
Gabung sekarang dan tingkatkan keterampilan Anda dengan praktisi terbaik! 📊💡 Daftar Sekarang 🔗[sitemap]
Survei Nilai-nilai Dunia ke-7: Studi Komprehensif tentang Nilai-nilai Budaya dan Sikap- Survei Nilai-nilai Dunia (World Values Survey/WVS) adalah proyek penelitian global yang mengkaji nilai-nilai budaya dan keyakinan, sikap sosial, serta perilaku orang dari berbagai negara. WVS telah dilakukan di lebih dari 100 negara sejak awal dibentuk pada tahun 1981. WVS terbaru, yaitu gelombang ke-7, dimulai pada pertengahan tahun 2017 dan berakhir pada 31 Desember 2021. Gelombang ke-7 meliputi 80 negara, yang merupakan perluasan dari 60 negara yang diliputi pada gelombang ke-6. Artikel blog ini akan membahas tujuan strategis gelombang ke-7, perluasan kuesioner WVS-7, dan proses pengumpulan data.
Tujuan Strategis WVS-7
Tujuan strategis gelombang ke-7 WVS adalah untuk memperluas cakupan wilayah dari 60 negara menjadi 80 negara, memperdalam kolaborasi dalam komunitas pengembangan internasional, dan memperdalam kolaborasi dalam LSM, institusi akademik, dan yayasan penelitian. Tujuan strategis lainnya termasuk pembaruan kuesioner WVS-7 dengan topik dan item baru yang mencakup fenomena sosial baru dan proses baru perubahan nilai, memperluas gelombang ke-7 WVS dengan data yang berguna untuk memantau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dan memperluas kapasitas dan sumber daya untuk pekerjaan survei di negara-negara berkembang. Area fokus khusus survei meliputi pemantauan nilai-nilai budaya, sikap dan keyakinan tentang gender, keluarga, dan agama, sikap dan pengalaman kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan, toleransi sosial dan kepercayaan, sikap terhadap lembaga multilateral, dan perbedaan dan kesamaan budaya antara wilayah dan masyarakat.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google ScholarPerluasan Kuesioner WVS-7
Kuesioner WVS-7 dirumuskan pada November 2016 dan diperbarui dengan topik baru seperti keadilan, prinsip moral, korupsi, akuntabilitas dan risiko, migrasi, keamanan nasional, dan tata kelola global. Kuesioner diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, Arab, dan Rusia selain versi utama dalam bahasa Inggris. Survei WVS-7 dilakukan melalui wawancara tatap muka di rumah responden, survei pos, survei online mandiri, dan wawancara telepon. Ukuran sampel minimum adalah 1200 wawancara yang selesai, tetapi negara-negara dengan ukuran populasi dan keragaman yang lebih besar menerapkan sampel N=1500 hingga N=5000. Negara-negara dengan populasi di bawah 2 juta orang menerapkan sampel N=1000.
Proses Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data untuk survei WVS-7 selesai pada Desember 2021. Data survei dan semua dokumentasi terkait survei telah dibuat tersedia di situs web WVS dalam serangkaian rilis data publik. Survei WVS-7 menandai kesempatan lain dari kerja sama yang berhasil antara World Values Survey Association dan European Values Study karena survei di banyak negara Eropa dilakukan oleh tim gabungan EVS-WVS. Data yang dikumpulkan dari survei WVS-7 akan digunakan untuk memberikan wawasan dan analisis tentang nilai-nilai budaya dan sikap terhadap berbagai masalah sosial, yang akan berguna bagi pembuat kebijakan, peneliti, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kesimpulan
Survei WVS-7 adalah studi komprehensif tentang nilai-nilai budaya dan sikap terhadap berbagai masalah sosial di 80 negara. Survei ini bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah WVS, memperdalam kolaborasi dalam komunitas pengembangan internasional dan organisasi lainnya, serta memperbarui kuesioner dengan topik dan item baru yang mencakup proses baru perubahan nilai. Data yang dikumpulkan dari survei akan berguna untuk memantau SDGs, perbedaan dan kesamaan budaya antara wilayah dan masyarakat, dan memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, peneliti, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya. WVS adalah proyek penelitian global yang penting yang memberikan wawasan berharga tentang nilai-nilai budaya dan sikap orang dari berbagai negara.
Baca juga :