Pendahuluan
Menulis disertasi bukan hanya soal menyusun kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan ide secara ilmiah dan objektif. Sobatstata, pernahkah kamu merasa kesulitan dalam memilih kata yang tepat saat menulis disertasi? Banyak mahasiswa tanpa sadar menggunakan kata-kata yang sebenarnya “haram” dalam tulisan akademik. Kata-kata ini bisa membuat argumen terdengar lemah, tidak valid, atau bahkan subjektif. Artikel ini akan membahas 10 kata yang harus dihindari dalam disertasi agar tulisanmu lebih kredibel dan ilmiah.
1. “Saya” dan “Kami”
Dalam dunia akademik, penulis harus menjaga objektivitas. Menggunakan kata “Saya” atau “Kami” membuat tulisan terdengar subjektif. Disertasi bukanlah blog pribadi, tetapi sebuah penelitian ilmiah yang harus mengandalkan data dan analisis, bukan pendapat pribadi. Bayangkan jika sebuah jurnal ilmiah berisi opini pribadi penulisnya, pasti akan sulit dipercaya, bukan? Oleh karena itu, gunakan bahasa yang lebih impersonal, seperti “Penelitian ini menunjukkan…” atau “Hasil yang diperoleh mengindikasikan…”.
2. “Pendapat Saya”
Disertasi bukan tempat untuk menuangkan pendapat pribadi. Semua pernyataan harus berbasis data dan referensi. Jika sobatstata ingin menyampaikan suatu argumen, pastikan ada bukti yang mendukungnya. Misalnya, alih-alih menulis “Menurut saya, metode ini lebih efektif”, lebih baik gunakan “Berdasarkan penelitian sebelumnya, metode ini terbukti lebih efektif dibandingkan metode lainnya”. Dengan begitu, tulisan akan lebih kredibel dan akademis.
3. “Mungkin” atau “Sepertinya”
Kata-kata ini menunjukkan ketidakpastian, yang bisa melemahkan argumen dalam disertasi. Jika sobatstata tidak yakin dengan suatu fakta, lebih baik mencari data tambahan daripada menggunakan kata-kata spekulatif. Misalnya, jangan menulis “Mungkin metode ini lebih baik”, tapi gunakan “Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini lebih efektif dibandingkan metode lainnya”. Akademik membutuhkan kepastian berbasis data, bukan dugaan.
4. “Selalu” dan “Tidak Pernah”
Menggunakan kata-kata absolut seperti “Selalu” atau “Tidak Pernah” dalam disertasi adalah kesalahan besar. Tidak ada konsep dalam penelitian yang berlaku 100% tanpa pengecualian. Misalnya, daripada menulis “Metode ini selalu menghasilkan akurasi tinggi”, lebih baik gunakan “Dalam sebagian besar kasus, metode ini menunjukkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode lainnya”. Dengan begitu, tulisan menjadi lebih realistis dan tidak berlebihan.
5. “Karena” (Tanpa Dukungan Data)
Sering kali, mahasiswa menulis klaim dengan menggunakan kata “karena” tanpa dukungan bukti yang jelas. Padahal, dalam akademik, setiap klaim harus didukung oleh data atau referensi. Misalnya, jangan hanya menulis “Metode ini lebih baik karena lebih cepat”, tapi gunakan “Metode ini terbukti lebih efisien berdasarkan hasil eksperimen yang menunjukkan peningkatan kecepatan pemrosesan sebesar 30%”.
6. “Semua Orang Tahu”
Dalam akademik, tidak ada yang boleh diasumsikan sebagai pengetahuan umum tanpa bukti. Menggunakan frase seperti “Semua orang tahu bahwa…” bisa membuat tulisanmu kehilangan kredibilitas. Jika suatu informasi penting, berikan referensi yang jelas. Sebagai contoh, daripada menulis “Semua orang tahu bahwa teknologi AI berkembang pesat”, lebih baik tuliskan “Menurut laporan McKinsey (2024), pertumbuhan AI mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir”.
Artikel Blog Sekolah Stata di indeks Oleh Google Scholar
Akses Google Scholar7. “Berdasarkan Pengalaman Pribadi”
Disertasi harus berbasis penelitian, bukan pengalaman pribadi. Jika sobatstata ingin menyampaikan suatu temuan, gunakan data atau referensi akademik. Misalnya, daripada menulis “Berdasarkan pengalaman pribadi, strategi ini lebih efektif”, lebih baik gunakan “Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Smith et al. (2023), strategi ini terbukti meningkatkan efisiensi sebesar 25%”.
8. “Tanpa Diragukan Lagi”
Frasa ini terdengar terlalu absolut dan tidak ilmiah. Dalam akademik, semua pernyataan harus bisa diuji dan dianalisis. Alih-alih menulis “Tanpa diragukan lagi, teori ini benar”, lebih baik gunakan “Berdasarkan hasil penelitian, teori ini mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai eksperimen”. Dengan begitu, argumen tetap kuat tanpa terdengar bias.
9. “Menurut Saya”
Dalam penulisan akademik, pendapat pribadi bukanlah sumber yang valid. Semua pernyataan harus didukung oleh bukti ilmiah. Jika sobatstata ingin menyampaikan argumen, pastikan ada data yang mendukungnya. Misalnya, alih-alih menulis “Menurut saya, metode ini lebih baik”, lebih baik gunakan “Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode ini memiliki keunggulan dalam efisiensi dan akurasi”.
10. “Hal Ini Sangat Penting” (Tanpa Penjelasan)
Pernyataan seperti ini tidak cukup dalam akademik. Jika sesuatu dianggap penting, harus ada alasan dan bukti yang jelas. Jangan hanya menulis “Hal ini sangat penting dalam penelitian”, tetapi jelaskan mengapa. Misalnya, “Penerapan metode ini sangat penting karena meningkatkan akurasi analisis hingga 40% dibandingkan metode sebelumnya”.

Bagaimana Menulis Disertasi dengan Baik?
Menulis disertasi yang baik memerlukan kehati-hatian dalam pemilihan kata. Gunakan bahasa yang jelas, berbasis data, dan hindari subjektivitas. Selalu periksa kembali setiap klaim dengan memastikan ada bukti yang mendukungnya.
Kesimpulan
Menghindari kata-kata “haram” dalam disertasi adalah langkah penting untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan akademik. Dengan menggunakan bahasa yang lebih impersonal, berbasis data, dan menghindari klaim tanpa bukti, sobatstata bisa menghasilkan disertasi yang lebih kuat dan profesional.
FAQ
- Apakah saya boleh menggunakan “saya” dalam disertasi?
Tidak, karena disertasi harus objektif dan impersonal. - Bagaimana cara menyatakan argumen tanpa menggunakan “menurut saya”?
Gunakan frase seperti “Penelitian menunjukkan bahwa…” atau “Berdasarkan data yang diperoleh…”. - Mengapa tidak boleh menggunakan kata “mungkin”?
Karena kata ini menunjukkan ketidakpastian yang dapat melemahkan argumen akademik. - Bagaimana cara memperkuat klaim dalam disertasi?
Gunakan data dan referensi yang valid sebagai dukungan argumen. - Apakah boleh menggunakan pengalaman pribadi dalam disertasi?
Tidak, karena disertasi harus berbasis penelitian dan bukti empiris.
